Nov 17, 2013

Dear Me,

1. Put Allah at first place.
2. Don't force yourself for something that later on will hurt you.
3. You're responsible for your own happiness.
4. Be confident! 
5. Love yourself before loving someone else.
6. Imagine yourself in their position. You won't like it, right?
7. Last but not least, expect less, pray a lot! Keep the faith!!

Apr 11, 2013

teacher


“You think I want to be your teacher?!”

Aku masih teringatkan ayat itu walaupun ayat itu diungkapkan semasa zaman persekolahan aku dulu. Ketika itu barangkali guru kelas aku sakit hati dan kecewa dengan markah ujian kami. Beliau dengan penuh emosi dan amarahnya memberitahu betapa dia membenci jawatannya sebagai seorang guru Bahasa Inggeris. Katanya, jika bukan dia tidak dapat menyambung pelajarannya di bidang perakaunan, mana mungkin dia menjadi seorang guru hari ini. Sebagai seorang murid yang bakal menduduki peperiksaan tidak lama lagi, aku terkesima. Tergamak seorang guru melepaskan marahnya kepada murid-muridnya apabila dia gagal mendapatkan apa yang dimahukannya. Sedangkan itu keputusannya sendiri. Aku marah dan kecewa apatah lagi bila beliau bertindak melayan istimewa kepada murid-murid kegemarannya sahaja dan melayan kami yang selebihnya seperti sampah masyarakat. Seperti orang yang tiada masa depan. Tentulah sekali aku tergolong dalam kategori yang selebihnya itu.

Ketika keputusan peperiksaan diumumkan, beliau mengucapkan tahniah malah mengatakan beliau berbangga dengan keputusan itu. Satu ciuman di pipi diberikan buatku oleh seorang guru yang dahulunya tidak pernah mengambil tahu tentang murid-murid selain kegemarannya. Sekali lagi aku terkesima. Terkesima dengan tindakan yang bagi aku seperti menjilat ludah sendiri.

Tapi itu semua cerita lama. Aku tahu tidak wajar untukku mengungkit-ungkitnya kembali. Aku tidaklah berdendam dengan guru itu, tidak sama sekali.

Cuma aku terkenangkan kisahnya yang sangat membenci profesyennya sebagai seorang guru sehingga menempelak murid-muridnya hanya gara-gara beliau tidak dapat menjadi seorang akauntan. Aku terasa seperti aku berada di situasinya sekarang.



Aku masih belajar dan memaksa diriku untuk menjadi seorang jurutera awam.

Apr 9, 2013


Ya Allah Ya Tuhanku,

Sekiranya benar dialah untukku, kau tunjukkanlah kami jalan yang halal dan permudahkanlah jalan itu ya Allah. Dan sekiranya dia bukanlah untukku, kau berikanlah petunjuk dan jauhkanlah kami daripada permainan hati ini.

Sesungguhnya Engkau lah Maha Mengetahui.

Mar 12, 2013

the call

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry
I'll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light
You'll come back when it's over
No need to say goodbye

You'll come back when it's over
No need to say goodbye

Now we're back to the beginning
It's just a feeling and no one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
'Til they're before your eyes
You'll come back
When they call you
No need to say goodbye

You'll come back
When they call you
No need to say goodbye

Feb 18, 2013







I miss him, seriously. 

oh gedik, I am.

Feb 16, 2013

end of hiatus

I have weddings to attend and that's how I end of my hiatus, InsyaAllah. I'm quite calm at the thought of working life which kinda amuse me because usually I get super panic from the over-thinking, haha... I'm still expecting lots of emotions ups and downs in the future but hey, that's what makes life interesting, isn't it? For now, I just want to focus on things that make me happy and one of it will be the wedding trip tomorrow! All of my good friends will be there and I bet it won't be just a wedding, it'll be a great school reunion! :) It feels great to see the good old friends and I still can't believe we left the school almost 7 years ago. How time flies and now, many of them are getting married/engaged and some of them are already married with kid or expecting. 


Whoa. I feel like an adult already.
Wait. I am an adult. Urgghhh that denial stage, nevermind. I'm still young at heart.


Whoa.

Feb 15, 2013

true story



Feb 10, 2013

sedekah

Syaikh Abdul Hadi adalah seorang imam di sebuah masjid di Syria. Pada suatu hari anaknya jatuh sakit. Sudah puas dia berusaha mengubatnya tetapi tidak juga sembuh. Hatinya sedih kerana dia seperti orang lain amat menyayangi anaknya itu. Sudah puas dia memikirkan apa yang patut dilakukan tetapi pada masa yang sama meneruskan solatnya.

Ketika dia ingin mengambil wuduk, dia teringat firman Allah SWT "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) solat", Al-Baqarah, ayat 45. Syaikh Abdul Hadi juga teringat pada sebuah hadis dari Abu Umamah Al-Bahili r.a. yang menyebyt sabda Rasulullah SAW, "Ubatlah orang sakit di antara kalian dengan bersedekah".

Syaikh Abdul Hadi termenung dan timbul pertanyaan kepada siapa beliau harus bersedekah pada lewat malam? Siapa yang akan menerima sedekahnya? Tanpa diduga Allah SWT segera mengirim jawapan apabila Syaikh Abdul Hadi mendengar suara kucing kelaparan. Dia pulang ke rumah mendapatkan sekeping daging. Bukankah menolong haiwan juga sedekah? Dia memberi daging itu pada kucing yang lapar tadi.

Apabila pulang ke rumah, isterinya bercerita, ketika anaknya yang tidak sihat itu berada dalam gendongannya, tiba-tiba seekor burung besar berwarna hitam datang dari arah langit untuk menyambarnya. Beliau terus memeluknya tanpa berfikir apa yang patut dilakukan. Namun, secara tiba-tiba, datang seekor kucing yang menerkam. Burung itu pun terbang lari.

Syaikh Abdul Hadi tersenyum gembira. Keesokan harinya dengan izin Allah, anaknya sihat dan mula boleh bermain-main bersama kawannya. Itu tentunya berkat sedekah kepada kucing.

Jan 31, 2013

new phase

Good things happen to those who waits. True indeed!

I'm moving to a new phase in my life, soon and I am happy to share it with you, my readers! I am very excited and nervous at the same time, let's pray everything will go smoothly, InsyaAllah... To those who's wondering and might get wrong idea about it, I'm talking about entering the working life, not the marriage. Nop. I still have looooooong way to go with that ;D

Well, I've received my offer letter and currently filling those documents needed and InsyaAllah, if Allah wills, I'll start my work as an engineer (executive) on Civil Design Onshore this 18th Feb 2013. Less than 3 weeks left, I'm so excited! :)

I guess that's it! till next time, have a nice day people!

Jan 19, 2013

falling

I don't know you
But I want you
All the more for that
Words fall through me
And always fool me
And I can react
And games that never amount
To more than they're meant
Will play themselves out

Take this sinking boat and point it home
We've still got time
Raise your hopeful voice, you have a choice
You'll make it now

Falling slowly, eyes that know me
And I can't go back
Mood that take me and erase me
And I'm painted black
You have suffered enough
And warred with yourself
It's time that you won

Falling slowly sing your melody
I'll sing along


*I want a duet partner for this song, anyone? :')

Jan 15, 2013

2+2=5

Jan 10, 2013

have faith






Jan 7, 2013

cravings






I've been craving for these two delicious food like for a month already! Guess it's hard to find siput sedut these days as I've been looking for it at different places and failed! I just need to find maybe a kilo of it and leave it to my grandmother, she'll do her magic, her masak lemak cili api is the best! 

For the dim sum, I'm waiting for all-you-can-eat offer at Groupon since it's quite expensive to order it ala carte (about RM5 for 1 basket - 3 pieces of dim sum). I've been imagining myself eating at a restaurant with pile of empty dim sum baskets at my table (you never know how much I can eat dim sum!). Oh wait!, they do offer the dim sum buffet at low price right now! Click at the Groupon link above for the offer, and now I have to buy it! *sambil kira duit dalam dompet*
Gosh my mouth waters at the thought of endless dim sum that you can eat!

You know what, both scrumptious meals remind me of my dear room mate, Eira! She's not a fan of siput sedut of course, she won't eat it and I definitely cannot eat it in front of her. She'll run I believe! Hehe... Different story for the dim sum, she'll be my dim sum partner! Gotta tell her and make her buy the groupon offer too! Man, I miss our once-a-month food hunting routine!

Oh before I forgot, you can check the recipe for siput sedut masak lemak cili api as I took the picture from tiffinbiru, so mouth watering and delicious! I got hungry by just looking at the pictures of food, nyum2!

Do visit Groupon for the dim sum offer, just click the link below the picture (picture taken from Groupon). I can't wait to get my dim sum! Yeay!


p/s: this is not a sponsored post and I do not own the pictures

Jan 5, 2013

money

pardon me if I sound like a whining baby in this post, you don't have to read it anyway...

I'm tired of waiting actually, waiting for the employment which is still blurry and uncertain. I'm not saying that I'm a workaholic or so eager to be an engineer, but I'm tired of being helpless. It's killing me inside when I can't help my family with my own money. Well my family is not a poor one but we still have some money issues, I bet most of the families have. It just that you want to be part of it, where you help maybe by paying some bills, buying groceries  etc.

Even I have things that I want to buy for myself and the list is getting longer and longer, it all need money to begin with. With my own (future) salary.

This thing makes me wonder, did I want to get the job solely because of the money? It makes me feel bad because I need to love the job too! Honestly, being an engineer, sounds too fancy for me. I can't imagine myself as an engineer. I can only imagine myself getting pay check every end of month, guess I only love the money part. *sigh*

I hope I will get the job soon and learn to love it, it doesn't mean when I don't like it, it's not good for me. This time, I need to force myself. 


Well I'm starting to confuse myself with what I'm trying to say here, so let's end it here. 
Bye people!


Jan 1, 2013

new year?

My last day at Guardian yesterday (31 dec) marks the end of 2012 for me, 2012 definitely brought me to another level of matureness and experiences. I'm looking forward for a happy story ahead, not only for 2013 but also for the coming years. 

Having said that, 1st January 2013 means nothing much for me, I don't celebrate it, maybe because I don't see the reason except for being grateful that I'm still alive to see the day. I don't have new year resolutions either, well I used to have the list written somewhere on my board but I no longer do that these days. I prefer to have a 'Target List' rather than the new year resolutions because it's more realistic and up to date, you don't have to wait for a new year to achieve, update or amend your goals. I feel like when you do a new year resolutions list, you are like writing down the stuffs that you want to achieve just because the year is changing, not because you have to do it. I'm not sure whether you get what I mean but never mind, it's not that important, haha...

Anyway to those who have their resolutions and stuffs, I wish you all the best! I hope you'll achieve it and let's pray it won't be like in the picture below :P


Peace y'all :)

Dec 16, 2012

respect

Esok akan masuk hari ke 19 aku bekerja part time di Guardian, tertulis sebagai cashier tetapi aku jarang  di cash register tu, kerja aku lebih banyak melibatkan maintenance barang-barang dan kedai. Aku teringat sebelum aku dapat kerja tu, aku pernah cakap, kerja part time di Guardian adalah kerja idaman aku, kerana aku membayangkan kerjanya mudah dan hanya perlu melayan customer sekali-sekala sahaja, tapi sangkaan aku meleset, kerja part time sekalipun cukup berat. Aku demam selepas balik kerja hari kedua, badan yang jarang bekerja mula memprotes agaknya. Terdetik juga dalam hati mahu berhenti, mahu quit. 

Aku bukan mahu mengomel seperti anak manja yang tidak pernah hidup susah, tidak, cuma aku tak expect kerja aku akan melibatkan tengkingan, mengangkat barang-barang berat, berdiri sepanjang masa, menyapu dan mop lantai. Sejujurnya, aku fikir, kerja di kedai seperti Guardian sangat mudah, gampang bak kata bahasa indon. Maybe i don't prepare myself for things that i should expected. Betapa fragilenya diri ni ketika itu, terasa mahu give up, gugur jugalah sekali dua air mata mengenang perasaan keterpaksaan diri bekerja di situ. 

Tapi aku gagahkan  juga diri, tabahkan hati untuk meneruskan, tak mahu mengalah. Bukannya ada orang paksa aku pun untuk pilih tempat tu, aku yang sukarela jadi tanggunglah sendiri akibatnya. Teringat pada hari jadi aku ahad lepas, aku ditugaskan bekerja, betapa sedihlah hati, segala benda negatif masuk dalam diri. Ditambah pula dimarahi pelanggan dan family pada hari yang sepatutnya hari happy untuk aku. Nampak tak di situ?Bila kita dah memang tak relakan diri, apapun tak kan jadi, semua bendalah dijadikan alasan untuk menjadi negatif.

Kebetulan aku ternampak post kawan aku di Facebook, entri aku sebelum ni, dia buat aku tersedar, membuatkan aku mahu keep going. I took all the miseries in positive way, told myself it's a challenge for me. Sejak itu aku berubah, aku menjadi lebih gagah dan lebih positif dan Alhamdulillah, aku hampir tamat minggu ketiga bekerja. Apabila semua menjadi positif, semua menjadi mudah, aku mula nampak kebaikan aku bekerja part time di Guardian. 

Setelah berada sendiri di tempat seorang pekerja non-professional, aku sedar selama ini aku tidak pernah menganggap kerja mereka sukar, kerana bagi aku mereka tidak memerlukan ijazah untuk menjadi seorang juruwang, jadi mereka tidak perlu bersusah payah ke menara gading. Jangan salah faham, aku tidak pernah memandang rendah kepada kaum pekerja non-professional, bagi aku mereka juga manusia yang perlu dilayan sama rata seperti kita. Cuma aku tidak pernah menyelam perasaan mereka yang bekerja keras untuk gaji yang tidak seberapa. Hormat aku bertambah untuk mereka.

Siapa kata kerja sebagai juruwang tidak susah? Siapa kata kerja sebagai salesperson tidak susah? Siapa kata kerja sebagai cleaner tidak susah? Sejuk tangan aku bila menjadi juruwang dengan barisan  panjang pelanggan yang mahu membayar, stress dengan segala promosi, terms & condition yang memerlukan extra button ditekan di cash register. Silap bayaran jika ada kekurangan, juruwang lah yang bertanggungjawab untuk menambah nilai wang yang kurang. Pengalaman aku, kurang RM9, terpaksalah mengeluarkan wang poket. Mungkin anda fikir amaun tu sedikit sahaja tapi amaun tu amat bermakna untuk orang tidak berpendapatan /berpendapatan rendah seperti aku. 

Di Guardian, kami amalkan polisi 'Customer is always right' walaupun pelanggan itu yang salah. Aku pernah dimarahi pelanggan atas salah orang lain, nak menegakkan benang yang basah makcik tu, tapi tadahkanlah saja telinga. Nak buat macam mana, sabarkan saja hati. Bukan senang nak pleasekan pelanggan,. Perkara ni membuatkan aku lebih hormat pada pekerja-pekerja yang sabar melayan kerenah pelanggan yang sentiasa mahu betul. Kira macam kelas memupuk kesabaran pun ada. Dan juga belajar menerima dipanggil kakak, makcik atau lain-lain oleh mereka, takkanlah nak beritahu mereka umur kita pula kan? 

Anyway, bukanlah semuanya perkara buruk sahaja yang berlaku. Aku bersyukur aku tidak berputus asa mula-mula dulu. Aku berpeluang untuk bergaul dengan semua lapisan masyarakat, mungkin selama ini aku hanya berada di atas sahaja, bila dapat merasa berada di bawah, aku menjadi lebih bersyukur. Aku lebih positif. Bukanlah nak kata aku pasti tidak akan mengeluh/mengomel lagi selepas ni, itu menipu namanya, cuma aku lebih menghargai. Menghargai sumbangan orang lain yang mungkin nampak kecil tetapi significant peranan mereka. Tugas aku untuk menyapu dan mop lantai setiap kali tutup kedai membuat aku lebih memahami perasaan seorang cleaner. Betapa penat dan sakit-sakit seluruh badan melakukan pekerjaan yang mungkin nampak enteng bagi orang lain. Siapa tahu, mengemop lantai juga memerlukan strategi. Pendek kata semua pengalaman ini mengajar aku sedikit sebanyak erti hidup.

Oh tanpa sedar, betapa panjangnya aku telah berceloteh, bukan selalu mood menulis karangan Bahasa Malaysia itu datang, apatah lagi panjang berjela seperti ini. Jika English ada Grammar Nazi, mungkinkah Bahasa Malaysia ada Komunis Tatabahasa? Jika ada, kepada pembaca merangkap Komunis Tatabahasa, maafkan celoteh saya, kekurangan tatabahasa dan pemahaman saya amatlah dikesali.


Sekian. 

Dec 3, 2012

tough

This is how I've survived my current situation.

Nov 21, 2012

Setitis air




"Boikot-boikot ni tak praktikal..." kata seorang teman kepada saya baru-baru ini.
"Mengapa?" tanya saya.
"Kalau kita boikot produk-produk tu, kita juga yang susah. Bukankah anak-anak kita juga yang bekerja dengan syarikat-syarikat berkenaan?" jawabnya dengan satu soalan.

Saya terdiam. Ada logiknya.
"Kita belum kuat, jangan cari penyakit,"tambahnya lagi.

"Kalau begitu bagaimana kita hendak melahirkan kebencian tehadap Zionis?" kata saya.
"Perlukah kebencian dilahirkan?"
"Kalau kebencian tidak dilahirkan, apa maknanya?"
Dia pula diam.

"Kalau awak setuju dengan kempen boikot produk Yahudi ni...ada cara lain?"
"Kita tak boleh buat apa-apa,"ujarnya selamba.
Sikap inactivenya itu mengingatkan saya satu kisah yang saya dengar diceritakan dalam satu rancangan TV9 oleh Ustaz Zamri "Mantop" satu ketika dahulu.

Kisah bagaimana ketika Nabi Ibrahim a.s dibakar oleh Raja Namrud dengan api besar. Melihat api besar itu, seekor burung kecil segera mengambil air dengan paruhnya yang kecil lalu dititiskannya ke atas nyalaan api besar itu. Perbuatan burung kecil itu ditertawakan oleh burung-burung yang lebih besar.

"Apa gunanya air yang setitis itu?" Burung besar menyindir.
"Untuk memadamkan api yang membakar kekasih Allah Nabi Ibrahim," jawab burung kecil.
"Ha..ha..ha usaha yang sia-sia! Adakah api yang sebesar itu mampu dipadamkan oleh setitis air?" ejek burung besar lagi.

Anda tahu apa jawapan burung kecil?
Jawapannya begini:

"Aku yakin bahawa Allah tidak akan bertanya kepadaku apakah dengan usahaku api itu berjaya dipadamkan, tetapi Allah pasti bertanya apa yang telah aku lakukan untuk memadamkan api itu...

"Mendengar jawapan burung kecil itu, sekalian burung yang besar terdiam.

Ya, kalau kita umpama "si burung kecil" dalam usaha memerangi kekejaman Yahudi... siramlah walau "setitis air" untuk memadamkan keganasan.

Carilah BUKTI dan SAKSI keperihatinan kita terhadap nasib umat Islam dihadapan Allah nanti.

Status dari seorang Hamba Allah

Keterangan lanjut tentang produk-produk yang diboikot boleh didapati di http://www.inminds.com/boycott-brands.html dan juga di video di bawah:


Nov 16, 2012

Pray For Gaza

When I was whining for having no money and no job, my brothers and sisters over there are fighting for their lives, with no guarantee if there is tomorrow for them, astaghirullahalazim. Dear readers, if you are reading this post, I hope you can spare the time to pray for our brothers and sisters at Gaza. O Allah, please help them, guide them and give them the strength to deal with this O Allah. Allahukbar!

To the readers, if you want to give a helping hand, you can contact Aqsa Syarif from the third picture below. Or the least you can do is to spread the words and pray for them because Dua' is our weapon. May Allah bless you, my brothers and sisters.

Tatkala aku mengeluh tiada duit, tiada pekerjaan, saudara-saudaraku di Gaza sedang bertarung dengan nyawa, berjuang demi hari esok yang tidak pasti, astaghfirullahalazim. Pembaca sekalian, sekiranya anda terbaca post ini, luangkanlah sedikit masa, marilah kita sama-sama doakan nasib saudara-saudara kita di Gaza. Ya Allah ya tuhanku, Kau bantulah mereka dan bimbinglah mereka dan berikanlah mereka kekuatan dalam menghadapi ujian ini ya Allah. Allahuakbar!

Kepada pembaca yang ingin menghulurkan bantuan, anda boleh hubungi Aqsa Syarif di gambar ketiga di bawah. Jika anda tidak berkemampuan, anda juga boleh menyebarkan pesanan ini dan mendoakan mereka kerana Doa iu senjata kita. Semoga bantuan anda dirahmati Allah. 






Ya Allah, berikanlah kekuatan dan kemenangan kepada saudara kami yang sedang berjuang di jalanMu Ya Allah.

Nov 10, 2012

ocd


Do you guys know what OCD is?

Based on the description provided by US National Library of Medicine, obsessive-compulsion disorder or OCD is an anxiety disorder which people have unwanted and repeated thoughts, feelings, ideas, sensations (obsessions) or behaviours that make them feel driven to do something (compulsions). 

Well, have you ever feel the need to check and re-check things over and over again? Or do you have the same thoughts constantly? Or do you feel like you have no control over what you are doing? If your answer is yes, you may have OCD.

Why am I talking about OCD today?

I remember being told once twice that I might have mild OCD based on their observations on my behaviour. I was quite denying it at first place because I had this impression/mind set where this disorder only occurs for unstable/crazy person. Nonsense! Studies have shown that environmental factors may also contribute to OCD in addition to fear and anxiety. According to National Institute of Mental Health, OCD sometimes runs in families, but no one knows for sure why some people have it, while others don't. 

To help you to diagnose whether you have OCD or not, you can answer this OCD Screening Quiz from Psych Central. It can help you to determine if you might need to see mental health professional for diagnosis and treatment of OCD. I already did the quiz, the result showed that I probably have OCD. I have to admit I am quite obsess when it comes to arranging items. I love it when it is according to its colour, size or shape, it's neat! It's okay to have it that way, isn't it? or is it not? Hmmm, I think I need to consult a doctor to understand better about this. 

Anyway guys, if you think you may have OCD, don't be afraid. The first thing to do is to admit the fact, that you have the disorder and you need help for it. It's not something to be embarrassed about, you are just a human! Hehe, I think I talked enough about this, make sure you click the links given above and do Google it if you think I'm not providing you with the answer that you want. 

Till next time folks, take care!


 

Template by Best Web Hosting